Publikasi Terkini :
Home » » Masjidil Aqsha : Prasasti Isra’ Mi’raj yang Kini Merana

Masjidil Aqsha : Prasasti Isra’ Mi’raj yang Kini Merana

Written By Fajar CheQyu on Rabu, 16 Januari 2013 | Rabu, Januari 16, 2013


Oleh : Fajar C. Qoharuddien


Maha suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat” (QS. Al-Isra’ [17] : 1)

Sangat mustahil jika seorang muslim tidak faham kejadian Isra’ Mi’raj, setidaknya pasti pernah mendengar istilahnya. Di banyak tempat, kaum muslimin memperingati peristiwa tersebut, terutama dengan pengajian-pengajian. Adalah hal yang baik untuk mengkaji peristiwa tersebut untuk mengambil ibrah-nya. Yang paling banyak diangkat biasanya adalah tema seputar shalat. Tema ini sering diangkat untuk memperingatai peristiwa Isra’ Mi’raj, karena perintah shalat wajib lima waktu memang turun pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun, tulisan ini tidak akan membahas tentang shalat, tetapi tentang salah satu saksi sejarah Isra’ Mi’raj yang mungkin banyak dilupakan : Masjidil Aqsha!

Kemuliaan Masjidil Aqsha
            Tidak bisa diragukan lagi kemuliaan Masjidil Aqsha. Bahkan, Nabi melarang kita untuk ngepenke ziarah atau melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid, yang salah satunya adalah Masjidil Aqsha.
“Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha.”
(HR Bukhari dan Muslim)
            Salah satu hal yang menjadi motivasi berziarah ke Masjidil Aqsha adalah bahwa beribadah, khususnya shalat, di masjid tersebut bernilai pahala lebih. Hadist Nabi saw menyebutkan :
“Sekali shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 shalat. Sekali shalat di Masjidku (di Madinah) sama dengan 1000 shalat. Sekali shalat di Masjidil Aqhsa sama dengan 500 shalat.” (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar)
Tentunya, kalau Nabi Muhammad saw menyetarakan Masjidil Aqsha dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai tempat yang harus dikunjungi, pasti ada banyak kemuliaan di sana. Selain menjadi salah satu tujuan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, Masjidil Aqsha adalah kiblat pertama ummat Islam ketika melaksanakan shalat, sebelum kemudian turun perintah untuk memindahkan kiblat shalat ke arah Masjidil Haram pada tahun kedua Hijriah. Barulah setelah itu hingga sekarang, umat muslim melaksanakan shalat menghadap ke Masjidil Haram.
            Kemuliaan berikutnya dari Masjidil Aqsha adalah letaknya yang berada di Yerussalem yang merupakan kota suci para nabi. Terhitung beberapa Nabi diutus di kota ini, di antaranya Nabi Musa, Harun, Daud, Sulaiman, dan Isa ‘alaihimus salam. Karena sejarah para nabi itulah, kini Yerussalem menjadi kota suci yang menjadi rebutan tiga umat agama : Islam, Yahudi, dan Nashrani. Hal ini karena umat Yahudi meski telah melenceng dari ajaran Taurat yang asli dan umat Nashrani meski telah melenceng dari ajaran Injil yang asli, mengklaim kota ini sebagai kota suci mereka. Kondisi inilah, yang kemudian menjadikan nasib Masjidil Aqsha saat ini merana.

Kondisi Masjidil Aqsha Saat Ini
            Ada satu persepsi yang harus kita luruskan terkait masjid ini. Kita pasti sering melihat gambar sebuah bangunan dengan kubah emas besar, dan banyak yang menyebut bangunan tersebut sebagai Masjidil Aqsha. Persepsi ini sengaja dibangun oleh orang-orang Yahudi yang saat ini menguasai wilayah Yerussalem lewat gerakan zionisnya untuk mengaburkan pemahaman umat Islam. Jika kita mengenal bangunan kubah emas tersebut sebagai Masjidil Aqsha, maka sebenarnya itu adalah pemahaman yang salah. Bangunan berkubah emas tersebut adalah Qubbatus sakhra atau dalam Bahasa Inggris disebut Dome of The Rock. Bangunan tersebut adalah bangunan yang terdapat pada halaman kompleks Masjidil Aqsha, bukan bangunan utama Masjidil Aqsha itu sendiri.
            Kita coba buat perumpamaan begini. Ada sebuah masjid yang indah, kemudian di halaman kompleksnya ada sebuah taman dengan air mancur di sana. Jika sekelompok orang merusak bangunan masjid, tentu kita akan marah besar. Tapi jika yang dirusak adalah air mancur di taman kompleksnya, tentu kemarahan kita tidak sedahsyat jika yang dirusak adalah bangunan utamanya. Seperti itulah yang sedang dipropagandakan Yahudi. Mereka membuat kita salah persepsi dengan menyebut Qubbatus sakhra sebagai Masjidil Aqsha, dan dari berbagai gambar betapa gagahnya bangunan berkubah emas tersebut, kita simpulkan bahwa Masjidil Aqsha baik-baik saja.
            Faktanya, bangunan berkubah emas tersebut ibaratnya adalah air mancur di taman kompleks Masjidil Aqsha. Bangunan Tersebut dibuat pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan di zaman kekuasaan Bani Umayyah. Bangunan utama Masjidil Aqsha saat ini sungguh merana, tidak seperti Qubbatus Sakhra yang terlihat gagah.
            Yahudi mengklaim bahwa di kompleks Masjidil Aqsha, dahulu berdiri Haikal Sulaiman. Mereka pun menggali terowongan-terowongan di bawah Masjidil Aqsha dengan alasan untuk menemukan pondasi bangunan Haikal Sulaiman dan kemudian membangunnya kembali. Padahal, yang sedang mereka lakukan adalah upaya sistematis untuk membuat Masjidil Aqsha runtuh. Bayangkan saja, jika ada sebuah bangunan, kemudian di bawah permukaan tanahnya dilubang-lubangi, pastilah lambat laun bangunan itu akan runtuh dengan sendirinya. Dan begitulah rencana mereka terhadap Masjidil Aqsha. Dan pada saat Masjidil Aqsha runtuh, mereka sebarkan foto-foto bohong yang menyebut Masjidil Aqsha masih utuh berdiri. Padahal, foto-foto itu adalah Qubbatus Sakhra.
Begitulah makar besar Yahudi. Di bekas reruntuhan Masjidil Aqsha itu nantinya akan dibangun sinagog atau kuil Yahudi. Sedangkan di sini, kita mengatakan Masjidil Aqsha masih tetap berdiri gagah, padahal prasasti agung Isra’ Mi’raj itu telah musnah dari muka bumi ini. Na’udzu billah min dzalik!
Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Fajar C. Qoharuddien - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger